mysimpleblog

Monday, July 02, 2007

46th Lady Di

terinspirasi dari tayangan 1 dekade meninggalnya lady di concert for diana tanggal 1 juli kemaren , brings back the memory of the queen of people's hearts. cantik, smart & sangat dermawan. banyak mengabdikan dirinya untuk berbagai kegiatan sosial. mungkin lebih banyak lagi hal-hal yang membanggakan dari seorang princess of wales yang sedianya berumur 46, tahun ini.

bagi seseorang yang begitu banyak diberkati dengan banyak hal-hal yang diimpikan banyak orang, tetap saja dia manusia biasa. bisa merasa sakit hati (hubungan segitiga cintanya dengan camilla), bisa juga terkena penyakit karena tingkat stres yang berlebihan (anorexia), bisa juga mengecewakan bagi sebagian besar keluarga kerajaan pada waktu itu (ratu elizabeth misalnya).


tapi lebih dari itu yang mengagumkan adalah bagaimana dia bisa berbagi kepada orang lain yang kurang beruntung secara materi. bagaimana dia bisa menggunakan kelebihannya (status, materi, karisma, dll) untuk membantu menolong orang lain. nggak banyak orang yang bisa melakukan hal seperti itu.
berbagi itu memang tidak selalu harus berhubungan dengan materi. berbagi pengalaman misalnya. kan tidak perlu mengeluarkan materi. kecuali, berbagi pengalamannya disambi ngopi-ngopi di cafe, yang tentunya ya harus membayar biaya kopi yang sudah diminum itu ckikikikkkk...

untuk kasus berbagi ilmu, kebanyakan masa sekarang ini lebih bersifat komersil dengan banyaknya tempat-tempat kursus yang menawarkan ilmu beraneka macam. dari ilmu yang dulunya cuma diwariskan turun-temurun (memasak misalnya) hingga ilmu yang memang membutuhkan pembelajaran khusus (karate misalnya), termasuk untuk ilmu yang sifatnya lebih kepada spiritualisme. coba aja, seorang ustadz yang tidak ternama diminta untuk berbagi ilmunya di sebuah mesjid saja bisa menentukan tarif untuk pembayarannya. apalagi bagi seorang ustadz yang sudah ternama? tapi ini tidak selalu benar untuk semua orang ustadz, terkenal ataupun tidak. konon ada juga ustadz yang tidak menyebutkan tarifnya. untuk urusan bayar membayar sebagai balas budi-ucapan terimakasih-sudah berbagi ilmu, tidak diketahui secara pasti. maksudnya, walaupun tidak memasang tarif, tapi biasanya tetap ada budaya memberikan uang sekedarnya kepada si ustadz ini. (nah, biasanya yang namanya sekedarnya ini, pada kenyataannya lebih dari kadarnya - kekekek)

di jakarta ini, begitu banyak orang yang punya status & materi yang berlebihan dibandingkan dengan orang kebanyakan. tapi berapa banyak yang bisa berbagi menolong sesamanya? mungkin nggak lebih dari itungan jari. atau mungkin karisma diana begitu besarnya, hingga apa yang dia perbuat pasti diketahui oleh banyak orang. sedangkan sebegitu banyaknya orang indonesia yang membantu orang lain tidak terdengar, terlihat atau tidak diketahui? mungkinkah?

kebanyakan para public figure di jakarta sangat senang sekali di-expose. atau mungkin ini hanya sekedar efek dari infotainment yang frekuensi waktu penghidangannya (baca: penayangannya) sangat sering. mereka terlihat sangat bergantung sekali dengan pemberitaan untuk meningkatkan image mereka. padahal mungkin bantuan yang mereka berikan tidak terlalu besar atau bahkan tidak terlalu berguna bagi orang-orang yang membutuhkan tersebut (ma'af).


yang sering terjadi di sini kebanyakan memberikan bantuan dengan adanya suatu 'moment' tertentu. misalnya dalam rangka hari anu, lalu kita berbondong-bondong memberikan bantuan. atau misalnya dalam rangka mencapai status politik tertentu, maka hayuuukkk rame-rame pula menolong orang lain. terlintas di dalam benak ini, kenapa mereka memberikan bantuan itu hanya ketika ada 'moment'nya saja. menurutku, moment dapat dibuat kapan saja. moment dapat direkayasa. yang terpenting adalah berbagi terhadap sesama. besar-kecil bukan semata-mata dinilai dari nilai nominalnya saja. tapi lebih kepada bagaimana bantuan yang diberikan tersebut dapat benar-benar berguna bagi yang membutuhkan dan bagaimana terus membuat moment untuk terus berbagi terhadap sesama.


mudah-mudahan, mereka yang diberikan kepercayaan dari Tuhan dengan keberlimpahan rezeki dapat berbagi dengan sesama dan mereka yang lebih dikenal masyarakat (public figure) dapat memberikan contoh yang baik kepada masyarakat dengan berbagi tanpa harus diembel-embeli dengan moment-moment tertentu untuk kepentingan mereka sendiri. dan semoga orang-orang yang sudah banyak memberi dikala mereka sedang menempuh suatu tujuan dalam kehidupannya tidak akan lupa dengan orang-orang lain pada saat mereka sudah mencapai tujuannya tersebut.

mari mulai berbagi.